Category Archives: Kerajinan Tangan

Kreasi Kerajinan Kertas Koran Bekas

Yogyakarta sebagai kota budaya dikenal dengan beraneka ragam hasil kerajinan tangan. Bahan baku yang biasa digunakan untuk kerajinan tangan pun beraneka ragam, mulai dari perak, berbagai macam kayu, berbagai macam kain, dll. Barang kerajinan yang diproduksi pun tak kalah ragamnya, mulai dari perhiasan, tas, sandal, hingga miniatur-miniatur yang menarik.

Kreatifitas masyarakat Yogyakarta boleh dibilang tak pernah redup ditelan jaman. Kini dengan semakin merebaknya informasi tentang pemanasan global, orang-orang kreatif pun berlomba-lomba mencari inovasi untuk memanfaatkan barang-barang bekas untuk menjadi barang yang bisa dipakai kembali. Salah satu inovasi yang memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas adalah kerajinan dengan bahan baku kertas koran.

Mungkin sebagian dari kita akan mengernyitkan dahi ketika mendengar ada sandal yang terbuat dari kertas koran. Namun berkat kreatifitas dan ketekunan, kini telah ada sandal dengan bahan baku utamanya berupa kertas koran yang tentunya awet, kuat, dan tahan lama. Tidak hanya sandal saja yang bisa dibuat dari kertas koran. Berbagai macam tas dengan ukuran dan model yang bervariatif pun bisa Anda miliki. Selain itu, ada pula tas laptop yang unik dengan bahan baku kertas koran, dan tempat tisu yang akan menambah eksotik meja tamu rumah Anda.

Kerajinan dari kertas koran ini pun tidak bisa dipandang sebelah mata, karena produk kerajinan ini telah sampai ke Amerika Serikat. Hal tersebut tidaklah mengherankan, karena kini dimanapun Anda berdomisili, Anda bisa mendapatkan berbagai macam hasil kerajinan dari kertas koran tanpa perlu datang langsung ke Yogyakarta. Dengan memanfaatkan fasilitas internet, Anda bisa memesan berbagai macam kerajinan tersebut melalui contact support bisnisUKM.com.

KATALOG PRODUK
Silahkan download katalog produk berikut untuk lebih lengkapnya ( klik kanan dan pilih Save link as):
-
Katalog Berbagai Sandal (PDF File, ukuran 443 KB)
- Katalog Tas dan kotak tissue ( PDF file, ukuran 324 KB)

Informasi Pemesanan
» Telp. 0274-3000-422 (10.00 AM – 16.00 PM)
» SMS : 081 329 612 111 ( 24 jam )
» Email : support@bisnisukm.com
Beberapa Contoh Produk Kerajinan kertas koran bekas

sandal-kerajinan-kertas

box-tissue-kerajinan-kertas
tas-kerajinan-kertas
tas-kerajinan-kertas-2
tas-kerajinan-kertas-3
sandal-kerajinan-kertas-2
tas-kerajinan-kertas-5
tas-kerajinan-kertas-4
sandal-kerajinan-kertas-3
sandal-kerajinan-kertas-4sumber: http://bisnisukm.com/kreasi-kerajinan-kertas-koran-bekas.html

Pengusaha Kerajinan UKM Incar Pasar Dubai

JAKARTA. Pengusaha skala kecil dan menengah (UKM) kerajinan mulai membidik pasar Timur Tengah, antara lain Dubai. Pembeli asing meminati produk kerajinan Indonesia, seperti pernak-pernik batuan alam, timah, tenunan karpet, tas rotan, dan pajangan baju tradisional.

Bukti bahwa pasar Dubai berminat pada produk kerajinan Indonesia adalah pemesanan aneka produk kerajinan pada perajin meningkat. “Biasanya, mereka datang ke sini untuk membeli produk kami seperti tas berbahan baku rotan, karpet tenun, dan hiasan baju tradisional,” kata Pemilik Datie Handicraft, Kirono Arundhatie.

Agar pasar di Dubai makin luas, Kirono berencana mengikuti rombongan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) dan sejumlah perajin lainnya yang akan menggelar pameran kerajinan di Dubai, awal April ini. “Kami hanya berharap pemerintah memfasilitasi kami agar bisa ikut dalam tiap pameran, khususnya di Dubai. Sebab, saya dengar, produk kerajinan Indonesia sangat diminati konsumen Dubai,” ulasnya.

Produk kerajinan Kirono memang terbilang berkelas. Ia mematok harga karpet tenun sebesar Rp 4,5 juta, tas berbahan baku rotan Rp 850.000, dan pajangan baju tradisional Rp 2,7 juta. Harga itu terbilang wajar mengingat proses pembuatannya memakan waktu berminggu-minggu. Saat ini, Kirono mengaku menangguk omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Srie Agustina, Kepala PusatDagang Kecil Menengah (PDKM) Departemen Perdagangan mengungkapkan, saat ini, pemerintah sedang membina 51 UKM yang produknya berorientasi ekspor, khususnya di industri batik, panganan, dan cokelat.

Nantinya, Pemerintah akan mendorong para perajin UKM tersebut melakukan ekspor ke Dubai, bersamaan dengan rencana Pemerintah melakukan misi dagang ke Timur Tengah. “Kami membina supaya produk UKM kita terbukti original. Khusus produk panganan mesti bersertifikasi halal, terjaga keamanannya supaya bisa masuk ke pasar Dubai,” urai Srie.

Sekretaris Kepala Pusat Badan Pengembangan ekspor Nasional (BPEN) Dede Hidayat mengatakan, selama ini, potensi UKM memasarkan produknya ke Dubai cukup besar. Untuk itu, pemerintah sudah memilih beberapa UKM unggulan untuk ikut dalam misi dagang ke Timur Tengah. “Ketika pameran tahun lalu di Dubai, ada yang memesan ke UKM kerajinan Indonesia senilai US$ 8 juta. Mudah-mudahan, tahun ini, lebih banyak pembeli asing yang memesan. Saya kira konsumen Amerika Latin dan Timur Tengah sedang menyukai produk UKM kita,” ujarnya.

sumber: http://www.kontan.co.id/index.php/Bisnis/news/11044/Pengusaha_Kerajinan_UKM_Incar_Pasar_Dubai

Kerajinan Perca: Unik, Kreatif, dan Menguntungkan

Apa yang anda lakukan jika dirumah Anda terdapat beberapa kain yang sudah tidak terpakai lagi? Mungkin Anda akan berpikir untuk membuangnya…tapi tidakkah Anda berpikir bahwa kain-kain tersebut bisa menjadi barang yang bermanfaat bahkan menghasilkan uang bagi Anda??

Perca merupakan kain sisa yang dipandang sebagian orang sudah tidak bermanfaat lagi. Namun ditangan orang-orang yang kreatif, kain perca dapat disulap menjadi bedcover cantik, selimut, tirai, tas, boneka, alas gelas, dan lain-lain.  Pemanfaatan perca bisa untuk mempercantik kamar, ruang tamu, atau di setiap sudut rumah. Patchwork, quilting, dan appliqué merupakan tehnik-tehnik dalam pemanfaatan kain perca. Baca lebih lanjut

BORDIR KOMPUTER

Anda repot mencari tempat
bordir computer…..??

Jangan khawatir..!!!

Kami siap membantu anda segera…
Cukup telepon kami, dan kamipun siap menangani
bermacam-macam Bordir yang anda inginkan secara Profesional.

Dengan mesin bordir computer yang canggih ( modified ),
disainer gambar & disainer Punching yang kreatif,
Team kamipun siap mengerjakan & membuat desain sesuai
dengan permintaan dan keinginan anda.


Kami menerima segala jenis bordir seperti :
Berbagai macam pakaian Muslim, kerudung, Jaket, Topi, Sepatu,
Sandal dan semua jenis pakaian.

( SERVICE  ANTAR JEMPUT SAMPAI TUJUAN )

pk3pk4pk5

Hubungi Kami :

Anugerah Bordir Sejahtera

Contact Person :

KOES
0812-1831-1026, 021-338-568-72.
( biantorokoes@yahoo.co.id )

CHANDRA
0878-514-733-95, 021-336-935-29.
( chandra.koes@yahoo.co.id )

YOYO SANTOSA

0811-99-8256, 021-716-288-65.
( yoyo_santosa@yahoo.com )

WEBSITE :
www.anugerahbordirsejahtera.com

ads info : iwngnwn@yahoo.com

Kertas Unik dari Batang Pisang

1131206pKOMPAS.com — Pohon pisang hanya dapat berbuah sekali, setelah itu pohon tersebut harus dibuang. Selain buah, masyarakat juga memanfaatkan daunnya, sedangkan batangnya dibuang.

Siapa sangka, batang pohon pisang tersebut dapat diolah menjadi barang lain yang kreatif dan mempunyai nilai guna yang cukup tinggi.

Saat ini batang pohon pisang dapat diolah menjadi kertas atau sering juga disebut art paper. Yaman, perajin art paper dari Bogor Kreatif, menjelaskan, proses pembuatan art paper tidak rumit. “Tinggal cari batang pohon pisang, lalu dihaluskan,” kata Yaman kepada Kompas.com.

Untuk menghaluskan batang pohon pisang tersebut dapat menggunakan blender ataupun alat untuk menggiling daging. “Untuk seberapa lama proses penghancuran batang, tergantung ingin seberapa halus serat yang kita hasilkan,” ujar Yaman. Jika ingin mendapat serat yang sangat halus, maka proses penghancurannya akan lebih lama dibanding jika ingin mendapat serat yang kasar.

Lalu proses selanjutnya adalah penjemuran. “Setelah dihaluskan, letakan di atas scan atau cetakan sablon, lalu dijemur. Kalau panasnya bagus, sehari juga cukup,” terang Yaman.

Setelah kertas kering, dapat langsung digunakan atau dapat juga ditambahkan warna. Untuk pewarnaannya, Yaman menggunakan bahan dari alam seperti gambir, kunyit, atau daun pandan. Untuk pewarna buatan, ia menggunakan sepuhan atau perwarna pakaian.

Proses pewarnaannya pun ada dua macam, yang pertama dengan proses pencelupan dan yang kedua adalah dengan proses pentotolan menggunkan spons. “Kalau mau satu warna tinggal dicelup saja. Tapi kalau warna gabungan, ambil warna pertama dengan spons, lalu totolkan di atas kertas. Tunggu sebentar lalu totolkan warna kedua,’ jelas Yaman.

Jika merasa hasilnya kurang bercorak, proses pembatikan pun dapat dilakukan pada art paper tersebut. Caranya seperti membatik biasa, yaitu menggunakan canting dan malam. “Tapi jangan terlalu panas karena malamnya mempuyai sifat minyak. Nanti motif batik yang digambar bisa melebar ke mana-mana,” kata Yaman mengingatkan.

Berbeda dengan proses pembatikan yang harus direndam untuk menghilangkan malam pada kain, pada art-paper ini malam akan rontok dengan sendirinya. Selain itu, ternyat masih ada cara lain untuk membuat art paper tampak lebih menarik, yaitu dengan memberikan aksen daun di dalamnya. Yaman menjelaskan, cara pembuatannya adalah seperti dua kali pembuatan art paper. Pertama seperti membuat art paper, setelah kering, beri daun di atasnya lalu siram lagi dengan bubur batang pisang, terakhir keringkan kembali. Daun yang dipakai bisa daun apa saja, tidak ada daun khusus.

Art paper ini dapat digunakan untuk boks, memo, dan kartu undangan. Selain itu bisa juga dipakai pada kap lampu agar sinar lampu lebih redup.

Sajadah Unik dan Cantik Berbahan Dasar Flanel Untuk Anak-Anak

Usaha yang dirintis oleh Dian Komala Murni sejak Februari 2008, yaitu sajadah yang berbahan dasar kain flanel atau felt yang pada awalnya Ibu Dian merintis usahanya diaplikasikan pada kaos tetapi karena persaingan yang sangat ketat maka Ibu Dian mencoba kreasi yang lain dengan bahan dasar yang sama. Kreasi Ibu Dian memiliki label Harna’s Collection.

Jika sebagian pengusaha meredup akibat krisis ekonomi, justru usaha-usaha kecil kerajinan berbahan flannel meroket. Kain flanel atau felt adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol, tanpa ditenun dengan cara wet felting atau melalui proses pemanasan dan penguapan. Banyaknya fungsi kain flanel, karena kain flanel memiliki keunikan yakni warnanya beragam, ada merah, kuning, hijau, ungu, abu-abu, pink dan hitam. Kemudian bahannya lentur tetapi tidak mudah lepas, mudah digunting, bias dijahit, bias dilem dibandingkan kain-kain yang lainnya seperti blacu, saten atau katun. Kain flanel ini juga dapat diaplikasikan dalam berbagai kerajinan lain yang lebih unik dengan corak warna yang lebih meriah. Dengan harga kain flannel yang hanya Rp. 15-20rb/m, Ibu Dian dapat mengaplikasikannya untuk sajadah anak-anak yang luchu dan disukai oleh mereka. 1232123_sajadahstrawbery

Pangsa pasar yang dimiliki oleh Ibu Dian untuk memasarkan produknya sangat jelas yaitu anak-anak sekitar 5-8 tahun. Dengan begitu karena pangsa pasar Ibu Dian adalah anak-anak maka untuk produk yang akan dihasilkan yaitu dengan mengkombinasikan warna dan gambar yang luchu dan semenarik mungkin agar anak kecil menginginkan sajadah Ibu Dian tersebut. Dan juga sajadah ini juga dikreasikan lagi agar lebih unik lagi oleh Ibu Dian yaitu sajadah tersebut dapat dilipat dan dijadikan tas sehingga memudahkan untuk dibawa kemanapun seperti sekolah atau masjid. Rata-rata para orangtua juga pasti akan membelikan sajadah tersebut untuk anak-anaknya, selain gaya anak juga dipacu untuk lebih rajin shalat.

Ibu Dian memilih sajadah untuk produknya yaitu karena produk tersebut merupakan produk yang sangat diminati di pasaran dibandingkan dengan produk lain seperti aksesoris. Dimana fungsi dari produk tersebut lebih menguntungkan dibandingkan aksesoris yang rata-rata diminati sebagai souvenir. Dan juga produsen yang masih sedikit merupakan pertimbangan Ibu Dian untuk memulai usahanya.

Pemasaran yang dilakukan oleh Ibu Dian adalah dengan rajin mengikuti bazar-bazar dan dan dan melalui internet sehingga pasar Ibu Dian tidak hanya di Jakarta tetapi juga merambah ke daerah Makassar, Balikpapan, Medan, Palembang, Bengkulu, Bintan dan Batam, Papua, Solo, Surabaya, Yogyakarta, Kendari, Cilacap dan Singapura.

Asumsi pendapatan Harna’s Collection per Bulan:

1. Modal Awal (tahun 2008) Rp. 1.000.000

2. Bahan Dasar Rp. 9.450.000

- Bahan Felt/Flanel Rp. 2.850.000

-Bahan Velboa Rp. 6.000.000

-Kain Keras Rp. 500.000

-Lem Fox Rp. 100.000

3. Biaya Operasional Rp. 2.550.000

- Karyawan Rp. 600.000

- Upah Bordir, Obras dan jahit Rp. 1.650.000

- Telepon, Listrik Transportasi Rp. 300.000

4. Omset Rp.15.000.000

5. Keuntungan Bersih (20% dari Omset) Rp. 3.000.000

Dari asumsi pendapatan tersebut usaha ini tentu saja layak. Dilihat dari modal awal yang hanya 1jt setahun kemudian omset yang dimiliki oleh Ibu Dian sudah berbuah manis sekitar 15 kali lipat dari modal awal yang dimilikinya. Selain omset perbulannya sekitar Rp. 15.000.000, juga memiliki pangsa pasar yang jelas bagi Ibu Dian yaitu anak-anak umur 5-8 tahun. Dan juga tenaga kerja yang tidak terlalu banyak dapat meminimasi pengeluaran produksi Ibu Dian. Pemilihan bahan dasar yang digunakan untuk produksi sajadahnya merupakan pilihan tepat, selain bahan tersebut murah juga mudah didapatkan tidak perlu kita mengimpor dari luar negeri hanya dengan menggunakan bahan local produksi bias berjalan. Keuntungan bersih yang diambil 20% dari omset yaitu sekitar 3jt/bulan.

Meminimalkan pengeluaran daur ulang kertas

Bahan yang digunakan memang cukup mudah, dengan dana yang relative minim kita bisa membuat kertas dengan ukuran yang kita mau. Alat atau mesin pembuat kertas secara sederahana dan bisa kita buat sendiri, dan barang untuk membuat mesin pencetak kertas daur ulang pun sangat banyak di toko-toko penjual bahan matrial bagunan.

Bahan pembuat kertas sendiri bisa dari berbagai kreasi, Tumbuhan  yang mengandung serat pada dasarnya bisa di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan kertas tersebut. Kertas-kertas bekas yang sudah tidak terpakai juga bisa di jadikan bahan dasar pembuatan kertas. Atau pembuatan kertasa tersebut dibuat dari bana campuran, antara  bahan alami dan bahan kertas ex pakai.

Bahan alami yang bisa dijadikan bahan kertas banyak ragamnya, dan sangat melimpah terdapat di alam lingkungan sekitar kita, misalnya, batang pisang, dutamakan batang pisang yang sudah tua. Jerami, Eceng Gondok, rumput-rumputan dan banyak lagi yang lainnya. Bahan alami tersebut banyak tumbuh di sekitar kita.
“Misalnya kita buat dari batang pisang, langkahnya batang pisang kita cacah kecil-kecil, kemudian di rendam oleh cairan NaOH, selam kurang lebih 1 sampai 3 harian atau sampai batang pisang tyersebut lunak, kemudian kita blander sampai menjadi  seperti bubur. Bahan yang ke dua sebagai  serat pengisi kita gunakan kertas-kertas tang sudah tidak dipakai, kertas tersebut di rendan diair, di cabik cabik kecil-kecil dan kemudian di blander juga, sampai menjadi seperti bubur. Bahan ke tiga adalah lem, bisa lem kayu yang putih itu, atau lem yang terbuat dari tepung singkong, bahan selanjutnya bila kertas itu ingin berwarna makan selanjutnya alah bahan pewarna, disarankan perwarnanya adalah jenis pewarna alami” jelas pratis daur ulang kertas “Rohman Kuncoro” 32th, yang akrab di sapa Mas Yoyo oleh rekannya, saat menjelsakan bahan pembuatan kertas.

Rohman pun menjelaskan lajut selain bahan-bahan dan mesin pembuat kertas tesebut ada bahan penunjang yang sangat penting yaitu Kain blacu untuk menarik kertas yang di cetak pada skrin mesin pencetak, serta triplek yang akan di pakai untuk media penjemur kertas yang sudah di tarik pada kain blacu tersebut. Pengunaan kain memang tidak sembarang, disarankan kain tersebut terbuat dari benang cotton, seperti halnya kain blacu ini, karena kain jenis ini sangat baik menyerap air sehingga kertas yang tercetak bisa langsung tertarik oleh kain tersebut. Stok kain ini memang harus banyak, ini akan mempengaruhi berapa banyak produksi yang akan di hasilkan.

Faktor lingkung pada proses pembuatan kertas dengan system daur ulang secara tradisional adalah factor cuaca. Karena factor cuaca sangar menetukan  pada proses pengeringan, biasanya waktu yang efektif untuk pengeringan ini, terutama pada musim pancaroba adalah pada jam 10.00 sampai jam 15.00, Karena pada waktu itu bisanya matahari paling bagus bersinarnya  untuk proses pengeringan kertas tersebut. Selain factor lingkungan, faktor lokasi untuk tempat penjemuran pun harus dapat di perhitungkan, letaknya harus strategis, terkena sinar matahari, di usahakan posisinya yang datar,  atau jika memang tidak ada kita bis memanfaatkan posisi atap rumah kita, atau di dakting-dakting rumah yang cukup lusa untuk areal penjemuran tersebut.

Proses pendaur ulang kertas adalah jenis pekerjaan ayang mempunya nilai ekonomi yang cukup tinggi, kertas hasilnya bisa di buat beraneka ragam jenis barang, baik sebagi pelapis, maupun sebagai bahan utama. Selain itu pendauran ulang kertas adalah merupakan salah satu  solusi dalam pengolahan limbah atau sampah kertas, dari nilai yang tidak ekonomis dirubah mejadi nilai yang mempunyai harga jual. tentunya proses daur ulang kertas ini adalah proses daur ulang yang ramah lingkungan. Hal tersebut  di tuturkan oleh H Tubagus Raditiya, dari komisi B DPRD Kab Bandung, “ini perlu di kembangkan, karena selain salah satu cara pengolahan sampah sehingga menjadi nilai yang ekonomis, juga punya nilai pemberdayaan, dan kelompok ini berhal mengajukan ke dinas perindustian Kab. bandung untuk mendapatkan bimbingan dan suport baik secara management, produk, dan pemasaran” ungkapnya.

Cara mendaur ulang Kertas

Sampah, seringkali dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu, baik pandangan hingga kesehatan. Ada berbagai macam sampah yang antara lain berupa limbah padat maupun limbah cair.

Apa yang dapat kita lakukan? Pertanyaan sederhana, namun memiliki jawaban yang sangat rumit, karena memiliki konsekuensi untuk merubah gaya hidup. Dari pola hidup boros sampah, menjadi gaya hidup ramah lingkungan. Untuk itu, langkah awal adalah mengenali berbagai jenis sampah di lingkungan kita. Kemudian mengklasifikasinya, mana yang masih bisa dipakai mana yang sudah habis pakai dan mana yang masih bisa diolah/didaur.

Secara sederhana sampah dalam rumah dapat kita bagi menjadi 3 kategori, yakni sampah beracun, seperti batere bekas, bola lampu bekas dan barang-barang yang mengandung zat kimia. Kemudian sampah padat yang tidak dapat diurai, seperti plastik, botol, kaleng, dsb. Dan terakhir barang-barang yang masih dapat diurai oleh tanah seperti sisa sayuran, daun-daun, dsb.

Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 3R : Reduce, Reuse & Recycle.

Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah-sampah yang telah ada dan mendaur ulang sampah yang telah terpakai.

Salah satu sampah yang dapat didaur ulang adalah kertas. Kertas daur ulang ini memiliki tekstur yang indah. Dari kertas daur ulang kita dapat membuat beraneka ragam kerajinan tangan. daur ulang kertas

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kertas daur ulang :
1. BLENDER, fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau dapat juga dimodifikasi dengan alat penghancur yang lebih besar.
2. BINGKAI CETAKAN, terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa.
3. EMBER KOTAK, fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus sebagai wadah pencetakan.
4. ALAS CETAK, fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan dapat digunakan kembali. Alas cetak ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa matras yang biasa digunakan untuk alas tidur kemping.
5. SPONDS PENGHISAP, fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari bingkai cetakan ke alas cetak.
6. GELAS PENAKAR, fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.
7. ALAT PRESS, fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat berupa dua papan kayu yang berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya masing-masing lubang diberi mur dan baut penjepit untuk mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.
8. EMBER wadah bubur kertas
9. KOMPOR & PANCI, fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna alam
10. ALU & LUMPANG, fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus
11. SENDOK KAYU, fungsinya untuk mengaduk berbagai campuran.
12. PISAU & GUNTING, fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan
13. SARINGAN TEH BESAR
14. KAIN LAP

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kertas daur ulang :
1. KERTAS BEKAS
Setiap jenis kertas dipilah-pilahberdasarkan jenisnya masing-masing, kertas Koran, kertas HVS, karton hingga kertas
warna warni.
2. PEWARNA ALAM
- Kunyit, jika diparut dan diperas sarinya akan menghasilkan warna kuning

- Kulit bawang, jika direbus akan menghasilkan warna coklat

- Pandan suji, jika ditumbuk dan diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau pekat

- Pandan wangi, jika direbus dan ditumbuk lalu diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau muda, sekaligus aroma
wangi

- Kesumba (bixa), jika bijinya direndam dan diremas atau direbus dapatmenghasilkan warna oranye

- Serutan kayu nangka. Jika direbus akan menghasilkan warna kuning

- Sirih, jika ditumbuk dan dicampur dengan kapur akan menghasilkan warna merah kecoklatan

- Daun pisang kering, jika dibakar, abunya dapat menghasilkan warna coklat keabu-abuan

- Rumput putrid malu (Mimosa sp) jika direbus akan menghasilkan warna lembayung

3. SERAT PENGISI

Merupakan bahan-bahan yang dapat ditambahkan ke dalam campuran bubur kertas sehingga dihasilkan kertas yang lebih indah dan bertekstur. Dapat berupa bunga-bungaan ataupun serat tumbuhan lainnya seperti serat daun pandan
wangi, serat batang pisang.

Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang :
1. Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya menjadi
lunak diresapi air. Perendaman dapat pula dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.
2. Kertas yang telah lemas direndam air / direbus, dihancurkan dengan blender. Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air
untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya dilakukan 2 kali pemblenderan dengan
interval 30 detik saja.
3. Bubur kertas yang diperoleh dari pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan
pencucian untuk mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan
meletakkannya di atas ember berisi air. Dengan demikian bubur kertas dapat dicuci sekaligus memisahkan potonganpotongan
kertas yang mungkin belum hancur akibat pemblenderan.
4. Selanjutnya bubur kertas siap untuk diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat.
Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur dengan serat saja, atau bercampur
dengan pewarna dan serat maupun bubur kertas tanpa campuran, kedalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan
antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air
dan bubur kertas merata.
5. Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai
kosong dibagian atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan hati-hati. Atur posisi bingkai cetak
agar datar dan sejajar permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur
kertas akan tercetak dipermukaan bingkai dengan bentuk seperti selembar kertas yang basah. Angkat bingkai penutup
dengan cepat, jangan sampai airnya memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam
posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya tinggal sedikit. Selanjutnya kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke
atas permukaan alas cetak untuk dikeringkan.
6. Bingkai cetak dibalik, sehingga kertas basah menghadap ke alas cetak. Letakkan bingkai cetak dengan kertas basah
tersebut pada alas cetak dengan hati-hati. Pada bagian atas bingkai cetak atau sisi sebaliknya dari kertas basah dapat
dilakukan pengeringan dengan menggunakan spon. Selain untuk mempercepat pengeringan juga untuk mempermudah
proses pemindahan kertas. Jika sudah cukup keringda bingkai cetak sudah dapat diangkat dari alas cetak, lakukan
dengan hati-hati agar kertas tersebut tidak cacat.
7. Kertas yang telah dipindahkan ke alas cetak tinggal menunggu kering saja, tetapi sebaiknya tidak dijemur dibawah
matahari langsung. Dapat juga diselingi dengan pengepresan sewaktu kertas belum kering, dengan cara lapisi setiap
lembar kertas dengan kain dan tumpuk sampai beberapa lapis kemudian diletakkan diantara papan pengepresan,
lakukan selama kira-kira 10 menit. Jika kertas sudah kering, pengepresan dilakukan selama 1 jam.
Pencampuran Warna
• Bubur kertas yang telah siap diolah, dapat dicampurkan dengan bahan pewarna alam yang telah kita persiapkan
sebelumnya. Caranya adalah dengan mencampurkan langsung dan diaduk hingga merata. Selanjutnya dapat dilakukan
perebusan jika ingin pencampuran warna yang lebih kuat.
• Sisa pewarna alam dapat pula dicampurkan ke dalam air diember pencetakan agar tetap membantu menimbulkan
warna yang diinginkan.
• Bubur kertas berwarna pun telah siap untuk diolah lebih lanjut, baik untuk dicetak, maupun dicampur dengan serat
pengisi lainnya.

Pencampuran Serat
a. Gedebok Pisang,
• Gedebok/batang pisang yang sudah selesai berbuah cincang seperti dadu dengan panjang sekitar 2 cm, jemur
sekitar 2 jam untuk menghilangkan getah.
• Kemudian ditumbuk dengan alu & lumping sehingga agak lunak.
• Selanjutnya direbus selama 1 jam untuk melunakan seratnya. Kemudian tiriskan.
• Setelah itu ditumbuk kembali hingga lebih halus. Saring dengan kain untuk dicuci dengan air, agar tinggal serat
yang tersisa.
• Serat yang tersisa dapat langsung dicampur dengan bubur kertas, atau jika dirasa kurang halus, dapat pula
dibantu dengan pemblenderan.
• Selanjutnya dicampurkan sedikit demi sedikit ke dalam bubur kertas, sambil diaduk terus menerus hingga rata.
b. Kulit Bawang

• Rebus kulit bawang yang sudah digunting-gunting kecildengan air hingga mendidih, sisihkan dan air rebusan jangan dibuang.
• Hancurkan kuit bawang yang telah direbus dengan menggunakan blender selama 5 – 10 detik.
• Campurkan secara perlahan kulit bawang yang telah dihancurkan kedalam wadah bubur kertas sambil terus
diaduk-aduk hingga merata, jika air rebusan agak kotor dapat dilakukan penyaringan terlebih dahulu.
c. Pandan Wangi
• Rebus potongan pandan wangi (2 cm) selama kira-kira 1 jam, tiriskan.
• Campurkan air rebusan dengan bubur kertas secepatnya, aduk-aduk hingga rata

Industri Kemasan & Kaleng Kerupuk

Halaman Muka : Agus Art : Gallery : Order : Kontak

Tentang Agus Art Collection
Agus Art merupakan perusahaan perorangan dengan sistem manajemen sederhana yang terbiasa menangani order atau permintaan yang besar. Kami memproduksi dan memasarkan kaleng krupuk ke seluruh pelosok Indonesia dengan jaminan harga termurah untuk barang sejenis karena Agus Art merupakan produsen kaleng krupuk. Kami melayani order baik skala kecil (eceran) maupun skala besar (wholesale) Agus Art berusaha menciptakan kreasi-kreasi baru setiap hari tanpa menghilangkan ciri khas sebuah kaleng krupuk itu sendiri. Anda dapat melihat berbagai kreasi kami pada halaman gallery yang selalu kami perbaharui setiap bulan.




Untuk informasi lebih jelas, Anda dapat menghubungi workshop kami di:


Agus Art Collection
C.P : Agus Hariantono
Jalan Kirai RT 02/RW 06 Desa Tengah Cibinong Bogor
(Depan RSUD Cibinong)
Telp. 021-87910625
Hp. 081511122931 – 08161171013

email : info@kalengkrupuk.com

Menyulap Sampah Kaca menjadi Bisnis Daur Ulang

Sampai saat ini sampah merupakan masalah serius di negeri ini, terutama di kota-kota besar dengan jumlah penduduk yang melebihi batas. Dengan teknologi yang tepat,  sampah yang tadinya menjadi masalah sebagai barang buangan, kotor, berbau, menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling). Kertas bekas akan di daur ulang oleh industri kertas, sampah plastik dan kaca akan di daur ulang menjadi bahan baku industri, sedangkan sampah organik dapat mengembangkan industri pengolah kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/industri bahan bangunan.

Daur ulang adalah salah satu cara yang digunakan untuk meminimalkan jumlah sampah yang ada untuk meningkatkan nilai ekonomisnya menjadi barang-barang yang berguna. Daur ulang merupakan proses untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru.

Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Meskipun mirip, proses pembuatan kompos yang umumnya menggunakan sampah biomassa yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.

Baca lebih lanjut