Merencanakan Modal Awal untuk Waralaba makanan dan minuman


Menjadi seorang karyawan memang tidak selamanya menyenangkan, karena kita bekerja kepada orang lain. Lain halnya apabila kita menjadi pemilik usaha itu sendiri, selain keuntungan pribadi kita juga dapat membuka peluang usaha bagi orang lain.

Dan bisnis waralaba yang memang paling banyak diminati adalah waralaba makanan.

Modal memang hal utama bagi seorang waralaba. Anda harus dapat memperhitungkan secara rinci kapan Anda ingin mempunyai bisnis sampingan tersebut, apakah dalam 1 bulan atau 1 tahun? dan berapa modal yang diperlukan untuk bisnis tersebut. Jika kita ingin memulai usaha namun modal belum ada, sebagai seorang karyawan yang ingin memiliki usaha sampingan, modal dapat dikumpulkan dengan memotong gaji kita per bulan dengan menyetor di rekening yang kita miliki, bisa dengan terpisah atau dengan tabungan berjangka (jika waktu yang direncanakan lebih dari satu tahun). Hal ini menghindari agar Anda tidak tergoda untuk mengambil di tengah jalan sampai waktu yang ditentukan.

Jika Anda ingin mempekerjakan seorang karyawan untuk menjalankan usaha tersebut, yang diperlukan adalah cara kontrol terhadap penjualan yang telah dilakukannya. Disini Anda dapat menghitung misalnya 1 kg ayam dapat menjadi ± 25 potong ayam goreng. Jika Anda menghargai 1 potong Rp. 5.000,- maka karyawan tersebut harus menyetor Rp. 125.000,-. Atau untuk minuman, Anda dapat membuat tanda terima yang dihitung dari jumlah gelas yang dibawa. Jadi kita dapat menghitung kejujuran karyawan dari penjualan per porsi. Kita dapat mengecek berapa porsi yang telah terjual dan berapa sisanya, apakah sesuai atau tidak. Sebaiknya laporan keuangan penjualan makanan dan minuman dipisah agar dapat dievaluasi keuntungan dari tiap produk.

Bagi pewaralaba makanan ataupun minuman, jelas aktifitas yang dilakukan adalah kegiatan memasak dan resiko terbesar adalah terjadi ledakan ataupun kebakaran. Untuk itu diperlukan cara untuk menjaga aset dan property yang Anda miliki. Dalam hal ini adalah asuransi kebakaran. Selain itu, resiko yang biasa diderita bagi karyawan yang berada di dapur adalah bisa jadi karyawan Anda teriris jempolnya saat memotong atau luka bakar. Jadi yang perlu dimiliki juga selain asuransi kebakaran adalah asuransi kecelakaan.

6 responses to “Merencanakan Modal Awal untuk Waralaba makanan dan minuman

  1. informasinya nya bang

  2. yang tidak kalah pentinggya adalah lokasi, bagai mana cara memilih lokasi yang tepat.

    • tempat memang sangat menentukan. pilih tempat yang orang dapat mudah mengetahui. Lokasi yang rame membuat Anda tidak perlu bingung memasarkan toko anda dan barang anda karena memang banyak dilalui orang. Semoga bermanfaat.

  3. pengen banget buka franchise…thank you sarannya…..

  4. OHNICe® JAGONYA FASTFOOD® MERUPAKAN PILIHAN TEPAT UNTUK WARALABA MAKANAN YG MENYUPLAI DAN MENSUPPORTWARALABA DARI AWAL HINGGA AKHIR BERBEDA DGN PEWARALABA LAIN YG MENINGALKAN CALON FRANCHISENYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s