Category Archives: Informasi seputar bisnis

Samosa

Samosa adalah pastry goreng berbentuk segitiga, Makanan ringan ini diperkirakan berasal dari Asia Tengah sebelum abad ke-10 dan diperkenalkan ke anak benua India pada abad ke-13 atau abad ke-14 oleh para pedagang dari kawasan Asia Tengah. Rasanya gurih dengan bumbu dari rempah-rempah dan isi daging sehingga cocok sebagai camilan sehat.

Dengan bangga, Snack-snacks mengemas dan memasarkan samosa untuk memenuhi pecinta snack. Untuk pemesanan: 081 7030 6059

Strategi Bank dalam Menghadapi ACFTA: “MENGEMBANGKAN PEMBIAYAAN UKM DENGAN MEMPERKUAT MANAJEMEN RISIKO”

Dalam acara workshop dua hari, pada tanggal 21-22 April 2010,  yang diselenggarakan oleh Indonesian Risk Professional Association, para staf/pejabat dari berbagai Perbankan dan Lembaga Keuangan mencoba membahas, apa peluang  diterapkannya ACFTA dan bagaimana strategi Bank dalam menghadapinya. Disini Bank berperan untuk membiayai berbagai usaha debitur, yang tentunya akan ada pengaruhnya sehubungan dengan diterapkannya ACFTA sejak bulan Januari 2010. Bagaimana pengaruhnya terhadap usaha debitur, apa peluang dan tantangan Bank dalam pembiayaan, dan bagaimana mengembangkan pembiayaan UKM dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.  Saya akan mencoba meringkasnya di bawah ini.

Latar belakang

Globalisasi diharapkan membawa proses sosial dan ekonomi yang alamiah, yang  membawa negara dari berbagai penjuru dunia berada dalam satu ikatan yang semakin kuat untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan baru, dalam kesatuan ko-eksistensi yang menghapus batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat dunia, sehingga terdapat perekonomian yang efisien dan berimbang.

Dengan globalisasi, diharapkan adanya:

  1. Kesamaan pandang dan prinsip: the same level of playing field: standarisasi, kompetensi, regulasi.
  2. Liberalisasi dan integrasi perekonomian (borderless world).
  3. Pengurangan proteksi ekonomi domestik.
  4. Akses Pasar dan kerjasama terbuka luas: ACFTA (Asean-China Free Trade Agreement).
  5. Peningkatan volume perdagangan produk unggulan setiap negara.
  6. Benchmarking dan tuntutan stakeholder (regulator, investor, konsumen, rating agency, manajemen dan karyawan perusahaan), agar negara dan produsen mengikuti praktek terbaik dari global market.
  7. Perubahan pesat bidang teknologi, sistem informasi, dan komunikasi: Perubahan pesat ini akan merubah cara berbisnis, menjadi IT driven Business, seperti: E-Banking, I-Banking, Everywhere-Banking. Adanya tekanan bagi Bank untuk menciptakan inovasi produk keuangan, seperti derivatives dan Bankassurance. Juga diperlukan kecepatan, keamanan dan kenyamanan bisnis memanfaatkan saluran elektronik (high tech dan high touch)
  8. Meningkatnya systemic risks.

Terjadi kecenderungan perubahan dari Second Wave ke Third Wave (Alfin Tofler), yang dicirikan oleh:

  • Sifat organisasi : hierarchy menjadi lebih flat, mengutamakan networking, lebih fleksibel, dan organisasi diharapkan lebih mudah beradaptasi agar bisa mengikuti perubahan
  • Apa yang sebelumnya mengejar market share menjadi berupaya ke arah  market creation.
  • Empowerment.
  • Kesuksesan perusahaan : visi, misi dan value. creation, gaya kepemimpinan yang visioner.
  • Kualitas produk dan layanan yang prima menjadi prioritas.
  • Orientasi karyawan: dari job security > personal growth.
  • Kekuatan perusahaan dari penumpukan cash ke penguasaan informasi.
  • Sikap karyawan dari risk aversion menjadi risk prone.

Apa Arti ACFTA?

Kesepakatan pembentukan perdagangan bebas ACFTA diawali oleh kesepakatan para peserta ASEAN-China Summit di Brunei Darussalam pada November 2001. Hal tersebut diikuti dengan penandatanganan Naskah Kerangka Kerjasama Ekonomi (The Framework Agreement on A Comprehensive Economic Cooperation) oleh para peserta ASEAN-China Summit di Pnom Penh pada November 2002, dimana naskah ini menjadi landasan bagi pembentukan ACFTA dalam 10 tahun dengan suatu fleksibilitas diberikan kepada negara tertentu seperi Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam.

Pada bulan November 2004, peserta ASEAN-China Summit menandatangani Naskah Perjanjian Perdagangan Barang (The Framework Agreement on Trade in Goods) yang berlaku pada 1 Juli 2005. Berdasarkan perjanjian ini negara ASEAN 5 (Indonesia, Thailand, Singapura, Philipina, Malaysia) dan China sepakat untuk menghilangkan 90% komoditas pada tahun 2010. Untuk negara ASEAN lainnya pemberlakuan kesepakatan dapat ditunda hingga 2015. Pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN-6 dengan RR China yang dimulai pada  1 Januari 2010 membuat banyak pihak terperangah, walaupun sebetulnya kesepakatan ini telah ditandatangani lama. Masyarakat belum memahami apa manfaat, ancaman maupun konsekuensi dari pemberlakuan ACFTA ini. Namun demikian, karena ini telah disepakati, ada baiknya kita lebih mengenal dan memahami, sehingga dapat melakukan langkah-langkah strategis yang diperlukan.

Peluang adanya ACFTA

  1. Dengan akses pasar yang makin terbuk, maka terjadi peningkatan volume perdagangan produk unggulan setiap negara ASEAN 6 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam) ke China (jumlah penduduk 1,3 miliar dan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia).  Begitu pula sebaliknya dari China. Selain itu akan terjadi peningkatan kapasitas produksi, pemasaran, SDM dan lembaga. Pengusaha dapat mengurangi kelebihan persediaan akibat kegairahan berproduksi. Kita juga dapat meningkatkan produk komplemen yang tidak mampu dihasilkan oleh China. Dan yang penting adalah bagaimana agar terjadi peningkatan efisiensi, produktivitas dan kreativitas guna peningkatan daya saing berkelanjutan, yang pada akhirnya akan menghasilkan peningkatan margin keuntungan.
  2. Harga barang dan jasa di pasaran menjadi lebih murah, dengan pilihan ragam yang semakin banyak.
  3. Peluang industri manufaktur yang berbasis sumberdaya alam meningkat.
  4. Ekspor komoditas dan produk pertanian dan produk bersumberdaya alam yang spesifik dari Indonesia meningkat (kelapa sawit, karet, kakao, kopi, dll).

Tantangan adanya ACFTA

Mau tak mau kita semua harus siap dalam menghadapi ACFTA ini, karena bila kalah bersaing dengan produk China ataupun Negara lain, akan terjadi:

  • Penurunan penjualan produk-produk  dalam negeri.
  • Industri manufaktur nasional dapat terancam eksistensinya, menimbulkan pengangguran.
  • Potensi kerugian termasuk di sektor baja, elektronik, tekstil dan produksi teksil (TPT), furnitur, alas kaki, mebel, kerajinan yang berbasis metal.
  • Potensi kerugian di sektor industri dapat  bernilai triliunan akan dirasakan di kuartal pertama tahun 2010, terutama bagi sunset industry

Bagaimana kesiapan Indonesia menghadapi ACFTA?

Negara, perusahaan dan produk Indonesia harus mampu bersaing di pasar domestik dan pasar bebas ACFTA:

  • kualitas, harga dan keberagaman produk dan pelayanan.
  • mampu memanfaatkan ACFTA dengan memasuki pasar global.
  • mencapai skala ekonomi agar mampu bertahan secara sustainable.
  • mengembangkan industri andalan, unggulan dan sunrise industry.

Apa peran Perbankan dalam menghadapi ACFTA?

  • Perluasan pasar Asean 6 – China, dan pasar domestik.
  • Pembukaan outlet dan kantor cabang di Asean 6 dan China.
  • Peningkatan kapasitas pembiayaan dan mobilisasi dana.
  • Pembiayaan UMKM unggulan.
  • Penerapan manajemen risiko agar bank mampu menangkap peluang (strategic risk management) dan meningkatkan efisiensi.

Apa yang dimaksud dengan profil Bisnis UKM Unggulan?

  • Agribisnis dan Agroindustri:(dari hulu sampai hilir). Ada peluang ekspor komoditas dan produk spesifik Indonesia berpotensi meningkat (kelapa sawit, karet, kakao, kopi, kopra, buah eksotik:salak, mangga, manggis, duku, dll).
  • Industri kreatif.
  • Industri/jasa yang berbahan baku domestik.
  • UKM berbasis sumber daya lokal.
  • Produk manufaktur khas Indonesia.
  • Komoditas dan produk ciri khas geografis Indonesia.

Komoditas dan Produk Agribisnis potensial yang diekspor ke China:

Komoditas dan produk agribisnis potensial yang diekspor ke China, antara lain: Kelapa sawit (CPO dan turunannya), karet alam, kakao, Kopi, Rempah-rempah, produk biofarma, Pulp dan kertas, minyak atsiri, tanaman obat, gambir, rotan (olahan)

Sedangkan komoditas/produk non komplementer  yang potensial, antara lain:

  • Buah-buahan tropika eksotik (mangga, nenas, pisang, durian, manggis, rambutan, pepaya).
  • Sayuran tropika khusus (kacang panjang, nangka, labu siam, kangkung dll).
  • Ikan tangkap: kerapu, ikan pari, tuna, teri dll.
  • Udang.
  • Rumput laut.
  • Makanan olahan khas Indonesia.

Produk Indonesia masih mampu bersaing, disebabkan: Indonesia paling sedikit bersaing head to head dengan produk China, dibandingkan dengan negara lain, Malaysia 88%, Thailand 91% dan Indonesia baru 26%. Usahawan Indonesia baru sekitar 20% yang membidik pasar Luar Negeri dan baru 11 % berorientasi ekspor. Pelaku usaha dapat menyiasati dengan mencari produk yang tak mungkin disaingi oleh China, misalnya kain berbasis kreatif, batik tulis, karya seni dsb nya.

Industri kreatif , termasuk industri yang sulit disaingi, karena industri kreatif adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dengan mengandalkan kreativitas, keahlian, dan bakat, yang memiliki potensi ekonomi dan menciptakan peluang kerja bagi banyak orang. (UK Government Department of Culture). Industri kreatif adalah industri yang berfokus pada kreasi dan eksploitasi  karya kepemilikan intelektual: seni rupa, film dan televisi, piranti lunak, permainan, atau desain fesyen, termasuk layanan kreatif antar perusahaan seperti iklan, penerbitan dan desain (Wikipedia).

Kinerja industri kreatif dalam menyumbang PDB nasional semakin dapat diperhitungkan. Rata-rata kontribusi PDB industri kreatif Indonesia tahun 2002-2006 = 6,3 % dari total PDB nasional, dengan nilai Rp.104,6 triliun. Kontribusi industri kreatif tahun 2009 = 7,6% dari PDB. Nilai ekspor industri kreatif : Rp.81,4 triliun = 9,13 % terhadap total nilai ekspor nasional. Penyerapan tenaga kerja = 5,4 juta tenaga kerja. PDB industri kreatif di peringkat ke 7 dari 10 lapangan usaha utama yang ada di Indonesia, dengan dominansi kelompok fesyen, kerajinan, periklanan dan desain. Potensi industri kreatif lebih banyak dilakukan oleh anak-anak muda.  Berdasarkan demografi, penduduk Indonesia didominasi oleh anak muda berusia di bawah 29 tahun.

Proyeksi kinerja 5-10 tahun mendatang: Sumbangan industri kreatif  bisa mencapai 9% dari PDB, dengan nilai total ekspor produk kreatif Rp114,9 triliun  atau  7,52% dari PDB nasional. Kontribusi ekonomi kreatif yang berbasis budaya, seni, dapat menyerap 7,7 juta tenaga kerja. Melihat kondisi tersebut, terlihat bahwa industri  kreatif layak diperhitungkan, apalagi didominasi oleh anak muda.

Bagaimana kesiapan UKM menghadapi ACFTA?

  • Walau peranannya sangat strategis, namun UKM masih memiliki berbagai kelemahan dan tantangan.
  • Belum seluruh UKM memiliki kesiapan menghadapi ACFTA.
  • Kelemahan masih pada manajemen dan SDM, teknologi dan produksi, marketing, daya saing, produksi, dan permodalan.
  • Budaya dan paradigma bersaing yang masih perlu ditingkatkan.
  • Bila Bank mampu mendeteksi kelemahan UKM dan berhasil membantu memperbaikinya hingga bankable, terdapat potensi nasabah sebagai sumber pendapatan bank secara jangka panjang.

Fakta dan keterbatasan UKM

Jumlah UMKM tahun 2006 sekitar 48 juta, namun yang telah memperoleh kredit Bank hanya sekitar 16,8 juta (35%) Sebabnya: a) keterbatasan UKM dalam memenuhi persyaratan mendapatkan kredit dari bank. b) Ketiadaan jasa bank komersial di suatu daerah tertentu.

Dari hasil analisis terhadap UKM, dapat diketahui bahwa:

  1. Peluang dari UKM : a). Populasi unit usaha UMKM sangat dominan (99,9%). b). Kemampuan menampung tenaga kerja sangat dominan (96,18%). c). Tahan terhadap krisis/ulet. d). Kegiatan usaha relative sederhana, fleksibel, efisien, margin tinggi. e).Umumnya taat membayar kredit (NPL 3,5%). f). Peluang cross selling. g). Kurang sensitive terhadap sukubunga. h).Banyak usaha berbasis agribisnis, dan industri kreatif yang terbuka luas untuk UKM. i).Profitabilitas tinggi. j).Potensi pasar masih luas. k).Diversifikasi portofolio, pendapatan dan risiko.l).Bobot risiko lebih rendah, sehingga menghemat PPAP dan modal.
  2. Tantangan (yang masih harus diperbaiki) : a)Kontribusi UMKM pada PDB relatif kecil (53,28%). b)Manajemen masih tradisional. c)Catatan dan laporan keuangan masih sederhana dan kadang harus direcasting oleh Bank. d)Kualitas SDM. e)Skala dan teknik produksi yang masih terbatas. f)Pasar kecil dan kemampuan pemasaran terbatas, kurang mampu mengantisipasi permintaan pasar. g)Minimnya diversifikasi produk. Akses informasi terbatas. h)Sistem teknologi produksi dan informasi masih sederhana.  i) Tidak memiliki produk unggulan yang spesifik. Infrastruktur yang tidak memadai. j)Keterbatasan UKM dalam memenuhi persyaratan mendapatkan kredit dari bank. k)Ketiadaan jasa Bank komersial di suatu daerah tertentu.

Sumber bacaan:

  1. Angreni, G.R. dkk.” Strategi Bank dalam Menghadapi ACFTA: Mengembangkan Pembiayaan UKM dengan Meningkatkan Manajemen Risiko.” Dibawakan dalam workshop IRPA, Jakarta, 21-22 April 2010.
  2. Gumbira, E. “Dampak dan Peluang Asean-China Free Trade Agreement pada Kinerja Agribisnis dan Agroindustri Indonesia”. Institut Pertanian Bogor, 2010
  3. Yogix. “Apa itu ACFTA? “http://blogs.unpad.ac.id/yogix/2010/02/22/apa-itu-acfta/

Ditulis dalam Keuangan

Pengusaha Kerajinan UKM Incar Pasar Dubai

JAKARTA. Pengusaha skala kecil dan menengah (UKM) kerajinan mulai membidik pasar Timur Tengah, antara lain Dubai. Pembeli asing meminati produk kerajinan Indonesia, seperti pernak-pernik batuan alam, timah, tenunan karpet, tas rotan, dan pajangan baju tradisional.

Bukti bahwa pasar Dubai berminat pada produk kerajinan Indonesia adalah pemesanan aneka produk kerajinan pada perajin meningkat. “Biasanya, mereka datang ke sini untuk membeli produk kami seperti tas berbahan baku rotan, karpet tenun, dan hiasan baju tradisional,” kata Pemilik Datie Handicraft, Kirono Arundhatie.

Agar pasar di Dubai makin luas, Kirono berencana mengikuti rombongan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) dan sejumlah perajin lainnya yang akan menggelar pameran kerajinan di Dubai, awal April ini. “Kami hanya berharap pemerintah memfasilitasi kami agar bisa ikut dalam tiap pameran, khususnya di Dubai. Sebab, saya dengar, produk kerajinan Indonesia sangat diminati konsumen Dubai,” ulasnya.

Produk kerajinan Kirono memang terbilang berkelas. Ia mematok harga karpet tenun sebesar Rp 4,5 juta, tas berbahan baku rotan Rp 850.000, dan pajangan baju tradisional Rp 2,7 juta. Harga itu terbilang wajar mengingat proses pembuatannya memakan waktu berminggu-minggu. Saat ini, Kirono mengaku menangguk omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Srie Agustina, Kepala PusatDagang Kecil Menengah (PDKM) Departemen Perdagangan mengungkapkan, saat ini, pemerintah sedang membina 51 UKM yang produknya berorientasi ekspor, khususnya di industri batik, panganan, dan cokelat.

Nantinya, Pemerintah akan mendorong para perajin UKM tersebut melakukan ekspor ke Dubai, bersamaan dengan rencana Pemerintah melakukan misi dagang ke Timur Tengah. “Kami membina supaya produk UKM kita terbukti original. Khusus produk panganan mesti bersertifikasi halal, terjaga keamanannya supaya bisa masuk ke pasar Dubai,” urai Srie.

Sekretaris Kepala Pusat Badan Pengembangan ekspor Nasional (BPEN) Dede Hidayat mengatakan, selama ini, potensi UKM memasarkan produknya ke Dubai cukup besar. Untuk itu, pemerintah sudah memilih beberapa UKM unggulan untuk ikut dalam misi dagang ke Timur Tengah. “Ketika pameran tahun lalu di Dubai, ada yang memesan ke UKM kerajinan Indonesia senilai US$ 8 juta. Mudah-mudahan, tahun ini, lebih banyak pembeli asing yang memesan. Saya kira konsumen Amerika Latin dan Timur Tengah sedang menyukai produk UKM kita,” ujarnya.

sumber: http://www.kontan.co.id/index.php/Bisnis/news/11044/Pengusaha_Kerajinan_UKM_Incar_Pasar_Dubai

Panduan Praktis Pembuatan Kolam Tanah

Kolam, khususnya kolam tanah merupakan hal yang paling vital pada usaha budidaya apapun. Terkadang, banyak pelaku bisnis maupun petani ikan tidak memperhatikan kaidah-kaidah dasar pembuatan kolam.

Padahal jika dalam membuat kolam tanah tersebut asal-asalan, resiko yang ditanggung akan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan pada waktu pembuatannya.

Contohnya seperti kolam cepat rusak, pematang ambrol atau hasil panen tidak maksimal akibat kesalahan pembuatan kolam tanah. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat kolam tanah.

A. BENTUK KOLAM

Kolam dibuat berbentuk persegi panjang dengan panjang kolam maksimal 50 m, panjang kolam sekitar 2-3 kali lebar kolam. Pembuatan kolam budidaya dengan memperhatikan dimensi2 berikut ini :

  1. Ukuran kolam 15 m x 10 m.
  2. Tinggi pematang 1 m.
  3. Lebar pematang 50 cm – 1 m.
  4. Lebar pematang bawah 3 m.
  5. Lebar kamalir 40 cm.
  6. Kedalaman kamalir 25 cm.
  7. kemiringan kolam 3%.

Petunjuk Teknis Pembuatan Kolam Budidaya :

  1. Pembuatan Kolam
    Kolam digali dgn ukuran panjang 25 m dan lebar 10 m dengan kedalaman kolam bagian paling dangkal 80 cm dan paling dalam 180 cm. Kolam dibuat miring 3% dengan cara setiap panjang 10 m dibuat selisih ketinggian 30 cm.
  2. Pembuatan Pematang
    Lebar pematang atas 1 m , lebar pematang bawah 3 m kemudian tanah dipadatkan. Kemudian tanah ditimbun, tiap timbunan setebal 20 cm tanah dibasahi kemudian dipadatkan dengan injakan kaki. Setelah itu lerengnya dipukul pakai bambu.
  3. Pembuatan Kamalir
    Disekeliling pematang atau ditengah kolam dibuat cerukan (galian agak mendalam) untuk pengeluaran air dengan lebar 50 cm kedalaman minimal 20 cm.
  4. Pintu Air
    Saluran air disini cukup menggunakan pipa pralon ukuran 4”. Pipa tersebut diberi saringan kawat. Pipa pemasukan ada satu pada posisi atas pada jarak 20 cm dari permukaan pematang. Pipa pemasukan berjarak tidak kurang dari 75 cm dari dasar kolam. Pipa pemasukan menjorok kedalam dengan panjang 1 m. Pipa pengeluaran ada 2 buah, bagian atas untuk mengatur ketinggian air dalam kolam dan bagian bawah untuk pengurasan. Pada pipa pemasukan air, bagian bawah disemen untuk menghindari kerusakan pematang karena rembesan air.
  5. Dermaga
    Dermaga dibuat untuk memudahkan pemberian pakan dan pengambilan sample air. Jumlah dermaga tiap kolam satu, dibuat di tengah garis panjang kolam. Dermaga dibuat menjorok kedalam kolam sepanjang 2 m dan dibuat titian dari bambu.

B. SALURAN KOLAM

Saluran kolam terbagi menjadi 3 bagian : saluran utama , saluran pembagi dan saluran pembuangan.

  1. Saluran Utama
    Saluran utama adalah saluran air (primer) yang langsung berhubungan dengan sumber air utama (sungai, waduk ). Dasar saluran utama dibuat datar agar tidak terjadi pengendapan lumpur pada saluran. Untuk areal budidaya yg luas, saluran utama terletak di tengah areal perkolaman. Saluran utama dibuat dengan kedalaman 15 cm lebih rendah dari sumber air. Lebar saluran 1m dan kedalamannya 20 cm.
  2. Saluran Pembagi
    Saluran pembagi digunakan untuk menghubungkan saluran utama dengan kolam. Kedalaman saluran pembagi dibuat 15 cm lebih rendah dari saluran utama supaya aliran lebih cepat.
  3. Saluran Pembuangan
    Saluran ini berfungsi untuk mengalirkan air buangan dari kolam ke sungai. Lebar saluran 1 m dan kedalaman 40 cm atau lebih rendah dari saluran pemasukan air ke kolam.

(sumber gambar : www.bi.go.id)

Cara Menghitung Debit Air

Salah satu kegiatan yang paling sering (rutin) terjadi di dalam dunia budidaya perikanan adalah penggantian (pembuangan dan pengisian) air.

Hal ini penting untuk dilakukan mengingat salah satu cara untuk menjaga kualitas air agar selalu stabil adalah dengan cara mengganti sebagian air lama dengan air baru yang lebih kaya akan oksigen.

Untuk memperoleh estimasi mengenai berapa kemampuan sumber air kita dalam menghasilkan air, kita harus menghitung debit airnya.

Hal ini penting untuk diketahui agar selama masa pemeliharaan kita dapat mengatur jadwal penggantian air sebuah kolam dalam suatu waktu.

Peralatan yang disiapkan :

  1. Ember plastik dengan kapasitas 10 liter.
  2. Stopwatch.
  3. Satu lembar kertas.
  4. Satu buah pulpen.
  5. Satu buah kalkulator.

Tindakan yang dilakukan :

  1. Isi ember dengan air hingga penuh. Bersamaan dengan itu, catat dan hitung berapa waktu yang dibutuhkan oleh air untuk mengisi ember hingga penuh.
  2. Lakukan beberapa kali untuk memperoleh hasil waktu rata – rata.
  3. Bagi jumlah air dengan waktu rata – rata untuk mengetahui berapa debit airnya.

Contoh :

Sebuah ember plastik berkapasitas 10 liter telah diisi dengan air hingga penuh. Pengisian dilakukan sebanyak 3 kali dengan masing – masing waktu yang diperlukan untuk melakukan hal tersebut adalah 40 detik, 37 detik dan 35 detik.

Berapakah waktu rata – rata yang diperlukan untuk mengisi penuh sebuah ember berkapasitas 10 liter dan berapakah nilai debit airnya ?

Jawaban :

Pengisian pertama : 40 detik.
Pengisian kedua : 37 detik.
Pengisian ketiga : 35 detik.
Total waktu : 40 + 37 + 35 = 112 detik.

Waktu rata – rata : Total waktu / frekwensi pengisian : 112 / 3 = 37,3 detik.
Debit air : Jumlah air / waktu rata – rata : 10 liter / 37,3 = 0,27 liter / detik.

(sumber gambar : misterfreak.wordpress.com, sumber info : http://www.infoagrobisnis.com/2009/05/cara-menghitung-debit-air.html)

Teknik Pemupukan Kolam Yang Efektif & Efisien

Banyak dari para petani ikan di Indonesia tidak mengetahui bagaimana sebenarnya pemupukan yang baik, efisien dan efektif.

Padahal, jika kita melakukannya dengan benar, pemupukan merupakan salah satu cara membuat pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan apapun.

Pemupukan kolam tersebut dapat membuat benih atau bibit ikan yang kita tebar bisa tumbuh dengan cepat dan sehat.

Akan tetapi perlu diingat, pemupukan kolam hanya dilakukan apabila kolam yang bersumber air dalam kondisi tidak subur. Untuk air yang sudah subur, pemupukan tidak perlu karena pakan alami akan tumbuh sendiri.

Bahkan pemupukan pada kolam yang sudah subur bisa berakibat fatal. Tahapannya juga sederhana, terdiri dari pengeringan, pra pemupukan dan pemupukan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

TAHAP PENGERINGAN

  1. Kolam dikuras dan tanah dasar kolam dicangkul.
  2. Kolam dikeringkan sampai permukaan dasar kolam retak-retak atau dikeringkan selama 1 minggu.
  3. Jika musim hujan dan tanah tidak bisa kering, dibuat becek atau dengan ketinggian air 10 cm dan diberi saponin atau marshall.

TAHAP PRA PEMUPUKAN

  1. Sebelum dialiri air, shelter (jika diperlukan) sudah dipasang terlebih dahulu.
  2. Isi air hingga kedalaman 50 cm, kemudian semua pintu saluran air ditutup supaya tidak ada aliran keluar masuk air ke dalam kolam.
  3. Chek kualitas air : PH kurang dari 7 maka kolam perlu diberi dengan kapur dolomit. Pada pagi hari (jam 6) cek DO jika kurang dari 4 ppm jgn diberi pupuk dulu, kolam diaerasi terlebih dahulu sampai DO mencapai 4 ppm. Cek alkalinitas jika kurang dari < 20 mg/L maka perlu pengapuran terlebih dahulu sampai minimal 50 mg/L. Jika air berlumpur, jangan dilakukan pemupukan terlebih dahulu. Biarkan lumpur mengendap baru diberi pupuk. Cek suhu pada air jika < 180C jangan diberi pupuk dulu biarkan suhu air naik sampai dengan 180C. Cek dengan secchi disk, jika menunjukkan angka kurang lebih 25 cm, maka air tidak perlu pemupukan karena air sudah ada pertumbuhan plankton yang memadai.

TAHAP PEMUPUKAN

  1. Obyek yang menjadi tujuan pemupukan adalah air sebagai media hidup plankton bukan tanah.
  2. Jenis pupuk yang dipakai adalah pupuk buatan yang banyak mengandung phospor dan nitrogen (untuk kolam yang baru akan dipakai).
  3. Pupuk organik kurang baik untuk pemupukan karena mempunyai efek samping menghasilkan alga (lumut) yang berlebihan yang akan mengurangi kadar DO dalam air juga menghalangi sinar matahari untuk pertumbuhan plankton.
  4. Pemakain pupuk pada kolam bervariasi tergantung dari pupuk yang kita pakai. Disarankan untuk memakai pupuk jenis powder jika terjadi kelangkaan pupuk bisa memakai pupuk bentuk lain.
  5. Pupuk yang berbentuk bubuk (powder) pemakainnya dengan cara menaburkannya pada seluruh areal permukaan kolam. Karena pupuk tipe ini mampu larut dalam air secara cepat sehingga pupuk tersebut sudah larut sebelum mencapai dasar kolam.
  6. Pupuk yang berbentuk cair. Pemakainnya dengan cara mencampurkan terlebih dahulu dengan air sebelum dimasukkan kedalam kolam. Komposisi antara pupuk cair dengan air adalah 1 : 10.
  7. Pupuk yang berbentuk butiran yang besar. Pemakainnya adalah dengan melarutkan dalam air terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam kolam. Jika pupuk jenis ini langsung dimasukkan ke dalam kolam maka butiran ini tidak akan larut dalam air dan mengendap di dasar kolam sehingga tujuan pemupukan tidak optimal.
  8. Komposisi pupuk yang harus diberikan dalam kolam tanah adalah sebagai berikut :
  9. NO HARI JUMLAH PUPUK YANG DIBERIKAN / HA
    1. 1 20 kg
    2. 8 10 kg
    3. 14* 10 kg ( * jika diperlukan )
    4. 21* 10 kg ( * jika diperlukan )
  10. Setelah seminggu dari pemupukan, dicek pertumbuhan plankton dengan secchi disk jika menunjukkan angka diatas 40 cm maka pemupukan dilanjutkan, jika menunjukkan angka kurang dari 23 cm maka pemupukan dihentikan.
  11. Cek Ph air pada jam 1 siang jika menunjukkan angka 9,5 pemupukan dihentikan.
  12. Cek DO jika dibawah 4 ppm pemupukan dihentikan.
  13. Jika melakukan penambahan pemupukan bukan dengan menambah dosis pemupukan tetapi dengan lebih sering jadwal pemberian pupuknya.
  14. Jika pertumbuhan plankton sudah cukup air ditambah sampai penuh dan biarkan selama seminggu.
  15. Cek kualitas air dan harus sesuai dengan parameter sebelum penebaran bibit.

(sumber gambar : ruly.blogdetik.com, sumber info : http://www.infoagrobisnis.com/2009/05/teknik-pemupukan-kolam-efektif-efisien.html)

Tips Bisnis Kilat : Bagaimana Memulai Membuka Usaha Makanan

Kalau anda suka dengan usaha yang “berbau makanan”, ada tips singkat tentang bagaimana membuka peluang bisnis makanan.

Tips ini saya peroleh dari teman dekat saya, mas Yanuar Gajaksahda. Kebetulan mas Yanuar ini adalah seorang pebisnis yang punya hobi kuliner bareng istrinya.

Saya juga hobi kuliner. Bedanya hanya satu, saya lebih suka kuliner gratis alias dibayarin. Berikut ini tips singkat membuka usaha makanan dari mas Yanuar, monggo silahkan dinikmati…

Keberhasilan memulai membuka usaha makanan tidak hanya bergantung pada kemampuan membuat makanan yang lezat. Mengetahui cara bagaimana membuat makanan yang lezat dengan bisa mengelola sebuah bisnis adalah dua hal yang berbeda.

Dua hal tersebut harus anda gabungkan. Jadi selain anda tahu bagaimana cara membuat makanan yang enak, anda juga harus mengetahui bagaimana caranya membangun usaha makanan.

Dimulai dari produk, selalu perbaharui dan perbaiki kualitas masakan anda. Untuk mengetahui kualitas rasa dari masakan yang anda buat, gunakanlah selalu metode riset pemasaran. Caranya cukup mudah, berikan sampel kepada teman atau saudara terdekat anda untuk mengetahui pendapat mereka terhadap produk anda.

Setelah anda mendapatkan segala keinginan mereka, segera perbaiki produk anda sesuai dengan apa yang mereka mau. Anda juga harus bisa untuk selalu memperbarui resep serta memperbaiki penampilan makanan dan cara penyajiannya.

Untuk masalah pemasaran usaha makanan, perlu anda pikirkan juga bagaimana rencana outlet atau distribusi penjualan anda. Apakah anda berencana membuka toko makanan atau anda lebih suka bekerjasama dengan pihan lain. Terserah anda.

Yang penting, pertimbangkanlah baik buruknya sebelum anda memutuskan. Contoh sederhananya adalah jika anda memilih untuk membuka usaha makanan basah, anda bisa melakukan kerjasama dengan toko-toko makanan yang lokasinya strategis.

Jika anda tertarik untuk membuat gerai bisnis makanan sendiri, anda bisa mengambil konsep franchise untuk mengembangkan usaha anda. Anda juga bisa melakukan sistem konsinyasi dengan kantin-kantin sekolah misalnya. Lobilah kantin tersebut agar anda dapat mensuplai produk usaha makanan anda setiap hari.

Khusus untuk hal ini, anda harus memperhatikan sistem pengantarannya, karena hal ini berkaitan dengan ketepatan waktu serta biaya transportasi yang ujung-ujungnya mempengaruhi keuntungan anda.

Pikirkan juga teknologi yang anda gunakan dalam memulai membuka usaha makanan anda. Pertimbangkanlah, apakah pembuatan produk anda memerlukan ruangan khusus untuk mempersiapkannya, atau anda perlu membeli peralatan tertentu untuk menyimpan bahan baku.

Namun yang perlu anda pahami adalah pada saat awal memulai membuka usaha makanan, usahakan anda meminimalisasi pengeluaran untuk investasi teknologi produksi yang terlalu tinggi. Entah dengan menyewa mesinnya atau mencari mesin yang jauh lebih sederhana. Tujuannya agar beban kebutuhan modal awal usaha makanan anda tidak terlalu berat.

Setelah usaha bisnis makanan anda berjalan lancar dan punya keuntungan lebih, anda dapat membeli peralatan produksi tersebut. Tapi ingat, hal itu anda lakukan jika memungkinan. Jika tidak, jangan pernah mengorbankan kualitas produk bisnis makanan anda demi pengiritan modal investasi awal.

Selain beberapa hal diatas, anda juga harus memikirkan bahwa produk anda aman untuk dikonsumsi. Bisa jadi anda harus menguji makanan anda terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten untuk memastikan keamanan produk anda agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Satu lagi yang harus anda perhatikan, kemasan yang menjual. Selain bisa memberikan nilai lebih bagi produk anda, kemasan yang menjual juga dapat meningkatkan image produk anda yang akhirnya bisa mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kemasan makanan bisa berasal dari plastik maupun kertas, yang penting aman untuk digunakan.

Terakhir, dalam memulai bisnis apapun termasuk memulai membuka usaha makanan, anda harus mengalahkan rasa takut gagal pada diri anda. Pikiran-pikiran seperti apakah produknya nanti laku atau tidak, bagaimana jika nanti ada yang mengeluh atau bagaimana jika anda rugi harus anda tepis jauh-jauh.

Caranya adalah dengan berpikiran positif, segera bertindak dan terus-menerus berusaha. Anda harus mempersiapkan mental usaha anda dan memahami bahwa usaha yang berhasil hanya dapat dicapai melalui proses yang penuh hambatan, insya Allah…

(sumber gambar : smsmile.wordpress.com, sumber info : http://www.dokterbisnis.net/2010/03/31/tips-bisnis-kilat-bagaimana-memulai-membuka-usaha-makanan/)