Pengusaha Kerajinan UKM Incar Pasar Dubai

JAKARTA. Pengusaha skala kecil dan menengah (UKM) kerajinan mulai membidik pasar Timur Tengah, antara lain Dubai. Pembeli asing meminati produk kerajinan Indonesia, seperti pernak-pernik batuan alam, timah, tenunan karpet, tas rotan, dan pajangan baju tradisional.

Bukti bahwa pasar Dubai berminat pada produk kerajinan Indonesia adalah pemesanan aneka produk kerajinan pada perajin meningkat. “Biasanya, mereka datang ke sini untuk membeli produk kami seperti tas berbahan baku rotan, karpet tenun, dan hiasan baju tradisional,” kata Pemilik Datie Handicraft, Kirono Arundhatie.

Agar pasar di Dubai makin luas, Kirono berencana mengikuti rombongan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) dan sejumlah perajin lainnya yang akan menggelar pameran kerajinan di Dubai, awal April ini. “Kami hanya berharap pemerintah memfasilitasi kami agar bisa ikut dalam tiap pameran, khususnya di Dubai. Sebab, saya dengar, produk kerajinan Indonesia sangat diminati konsumen Dubai,” ulasnya.

Produk kerajinan Kirono memang terbilang berkelas. Ia mematok harga karpet tenun sebesar Rp 4,5 juta, tas berbahan baku rotan Rp 850.000, dan pajangan baju tradisional Rp 2,7 juta. Harga itu terbilang wajar mengingat proses pembuatannya memakan waktu berminggu-minggu. Saat ini, Kirono mengaku menangguk omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Srie Agustina, Kepala PusatDagang Kecil Menengah (PDKM) Departemen Perdagangan mengungkapkan, saat ini, pemerintah sedang membina 51 UKM yang produknya berorientasi ekspor, khususnya di industri batik, panganan, dan cokelat.

Nantinya, Pemerintah akan mendorong para perajin UKM tersebut melakukan ekspor ke Dubai, bersamaan dengan rencana Pemerintah melakukan misi dagang ke Timur Tengah. “Kami membina supaya produk UKM kita terbukti original. Khusus produk panganan mesti bersertifikasi halal, terjaga keamanannya supaya bisa masuk ke pasar Dubai,” urai Srie.

Sekretaris Kepala Pusat Badan Pengembangan ekspor Nasional (BPEN) Dede Hidayat mengatakan, selama ini, potensi UKM memasarkan produknya ke Dubai cukup besar. Untuk itu, pemerintah sudah memilih beberapa UKM unggulan untuk ikut dalam misi dagang ke Timur Tengah. “Ketika pameran tahun lalu di Dubai, ada yang memesan ke UKM kerajinan Indonesia senilai US$ 8 juta. Mudah-mudahan, tahun ini, lebih banyak pembeli asing yang memesan. Saya kira konsumen Amerika Latin dan Timur Tengah sedang menyukai produk UKM kita,” ujarnya.

sumber: http://www.kontan.co.id/index.php/Bisnis/news/11044/Pengusaha_Kerajinan_UKM_Incar_Pasar_Dubai

Iklan

Panduan Praktis Pembuatan Kolam Tanah

Kolam, khususnya kolam tanah merupakan hal yang paling vital pada usaha budidaya apapun. Terkadang, banyak pelaku bisnis maupun petani ikan tidak memperhatikan kaidah-kaidah dasar pembuatan kolam.

Padahal jika dalam membuat kolam tanah tersebut asal-asalan, resiko yang ditanggung akan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan pada waktu pembuatannya.

Contohnya seperti kolam cepat rusak, pematang ambrol atau hasil panen tidak maksimal akibat kesalahan pembuatan kolam tanah. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat kolam tanah.

A. BENTUK KOLAM

Kolam dibuat berbentuk persegi panjang dengan panjang kolam maksimal 50 m, panjang kolam sekitar 2-3 kali lebar kolam. Pembuatan kolam budidaya dengan memperhatikan dimensi2 berikut ini :

  1. Ukuran kolam 15 m x 10 m.
  2. Tinggi pematang 1 m.
  3. Lebar pematang 50 cm – 1 m.
  4. Lebar pematang bawah 3 m.
  5. Lebar kamalir 40 cm.
  6. Kedalaman kamalir 25 cm.
  7. kemiringan kolam 3%.

Petunjuk Teknis Pembuatan Kolam Budidaya :

  1. Pembuatan Kolam
    Kolam digali dgn ukuran panjang 25 m dan lebar 10 m dengan kedalaman kolam bagian paling dangkal 80 cm dan paling dalam 180 cm. Kolam dibuat miring 3% dengan cara setiap panjang 10 m dibuat selisih ketinggian 30 cm.
  2. Pembuatan Pematang
    Lebar pematang atas 1 m , lebar pematang bawah 3 m kemudian tanah dipadatkan. Kemudian tanah ditimbun, tiap timbunan setebal 20 cm tanah dibasahi kemudian dipadatkan dengan injakan kaki. Setelah itu lerengnya dipukul pakai bambu.
  3. Pembuatan Kamalir
    Disekeliling pematang atau ditengah kolam dibuat cerukan (galian agak mendalam) untuk pengeluaran air dengan lebar 50 cm kedalaman minimal 20 cm.
  4. Pintu Air
    Saluran air disini cukup menggunakan pipa pralon ukuran 4”. Pipa tersebut diberi saringan kawat. Pipa pemasukan ada satu pada posisi atas pada jarak 20 cm dari permukaan pematang. Pipa pemasukan berjarak tidak kurang dari 75 cm dari dasar kolam. Pipa pemasukan menjorok kedalam dengan panjang 1 m. Pipa pengeluaran ada 2 buah, bagian atas untuk mengatur ketinggian air dalam kolam dan bagian bawah untuk pengurasan. Pada pipa pemasukan air, bagian bawah disemen untuk menghindari kerusakan pematang karena rembesan air.
  5. Dermaga
    Dermaga dibuat untuk memudahkan pemberian pakan dan pengambilan sample air. Jumlah dermaga tiap kolam satu, dibuat di tengah garis panjang kolam. Dermaga dibuat menjorok kedalam kolam sepanjang 2 m dan dibuat titian dari bambu.

B. SALURAN KOLAM

Saluran kolam terbagi menjadi 3 bagian : saluran utama , saluran pembagi dan saluran pembuangan.

  1. Saluran Utama
    Saluran utama adalah saluran air (primer) yang langsung berhubungan dengan sumber air utama (sungai, waduk ). Dasar saluran utama dibuat datar agar tidak terjadi pengendapan lumpur pada saluran. Untuk areal budidaya yg luas, saluran utama terletak di tengah areal perkolaman. Saluran utama dibuat dengan kedalaman 15 cm lebih rendah dari sumber air. Lebar saluran 1m dan kedalamannya 20 cm.
  2. Saluran Pembagi
    Saluran pembagi digunakan untuk menghubungkan saluran utama dengan kolam. Kedalaman saluran pembagi dibuat 15 cm lebih rendah dari saluran utama supaya aliran lebih cepat.
  3. Saluran Pembuangan
    Saluran ini berfungsi untuk mengalirkan air buangan dari kolam ke sungai. Lebar saluran 1 m dan kedalaman 40 cm atau lebih rendah dari saluran pemasukan air ke kolam.

(sumber gambar : www.bi.go.id)

Cara Menghitung Debit Air

Salah satu kegiatan yang paling sering (rutin) terjadi di dalam dunia budidaya perikanan adalah penggantian (pembuangan dan pengisian) air.

Hal ini penting untuk dilakukan mengingat salah satu cara untuk menjaga kualitas air agar selalu stabil adalah dengan cara mengganti sebagian air lama dengan air baru yang lebih kaya akan oksigen.

Untuk memperoleh estimasi mengenai berapa kemampuan sumber air kita dalam menghasilkan air, kita harus menghitung debit airnya.

Hal ini penting untuk diketahui agar selama masa pemeliharaan kita dapat mengatur jadwal penggantian air sebuah kolam dalam suatu waktu.

Peralatan yang disiapkan :

  1. Ember plastik dengan kapasitas 10 liter.
  2. Stopwatch.
  3. Satu lembar kertas.
  4. Satu buah pulpen.
  5. Satu buah kalkulator.

Tindakan yang dilakukan :

  1. Isi ember dengan air hingga penuh. Bersamaan dengan itu, catat dan hitung berapa waktu yang dibutuhkan oleh air untuk mengisi ember hingga penuh.
  2. Lakukan beberapa kali untuk memperoleh hasil waktu rata – rata.
  3. Bagi jumlah air dengan waktu rata – rata untuk mengetahui berapa debit airnya.

Contoh :

Sebuah ember plastik berkapasitas 10 liter telah diisi dengan air hingga penuh. Pengisian dilakukan sebanyak 3 kali dengan masing – masing waktu yang diperlukan untuk melakukan hal tersebut adalah 40 detik, 37 detik dan 35 detik.

Berapakah waktu rata – rata yang diperlukan untuk mengisi penuh sebuah ember berkapasitas 10 liter dan berapakah nilai debit airnya ?

Jawaban :

Pengisian pertama : 40 detik.
Pengisian kedua : 37 detik.
Pengisian ketiga : 35 detik.
Total waktu : 40 + 37 + 35 = 112 detik.

Waktu rata – rata : Total waktu / frekwensi pengisian : 112 / 3 = 37,3 detik.
Debit air : Jumlah air / waktu rata – rata : 10 liter / 37,3 = 0,27 liter / detik.

(sumber gambar : misterfreak.wordpress.com, sumber info : http://www.infoagrobisnis.com/2009/05/cara-menghitung-debit-air.html)

Teknik Pemupukan Kolam Yang Efektif & Efisien

Banyak dari para petani ikan di Indonesia tidak mengetahui bagaimana sebenarnya pemupukan yang baik, efisien dan efektif.

Padahal, jika kita melakukannya dengan benar, pemupukan merupakan salah satu cara membuat pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan apapun.

Pemupukan kolam tersebut dapat membuat benih atau bibit ikan yang kita tebar bisa tumbuh dengan cepat dan sehat.

Akan tetapi perlu diingat, pemupukan kolam hanya dilakukan apabila kolam yang bersumber air dalam kondisi tidak subur. Untuk air yang sudah subur, pemupukan tidak perlu karena pakan alami akan tumbuh sendiri.

Bahkan pemupukan pada kolam yang sudah subur bisa berakibat fatal. Tahapannya juga sederhana, terdiri dari pengeringan, pra pemupukan dan pemupukan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

TAHAP PENGERINGAN

  1. Kolam dikuras dan tanah dasar kolam dicangkul.
  2. Kolam dikeringkan sampai permukaan dasar kolam retak-retak atau dikeringkan selama 1 minggu.
  3. Jika musim hujan dan tanah tidak bisa kering, dibuat becek atau dengan ketinggian air 10 cm dan diberi saponin atau marshall.

TAHAP PRA PEMUPUKAN

  1. Sebelum dialiri air, shelter (jika diperlukan) sudah dipasang terlebih dahulu.
  2. Isi air hingga kedalaman 50 cm, kemudian semua pintu saluran air ditutup supaya tidak ada aliran keluar masuk air ke dalam kolam.
  3. Chek kualitas air : PH kurang dari 7 maka kolam perlu diberi dengan kapur dolomit. Pada pagi hari (jam 6) cek DO jika kurang dari 4 ppm jgn diberi pupuk dulu, kolam diaerasi terlebih dahulu sampai DO mencapai 4 ppm. Cek alkalinitas jika kurang dari < 20 mg/L maka perlu pengapuran terlebih dahulu sampai minimal 50 mg/L. Jika air berlumpur, jangan dilakukan pemupukan terlebih dahulu. Biarkan lumpur mengendap baru diberi pupuk. Cek suhu pada air jika < 180C jangan diberi pupuk dulu biarkan suhu air naik sampai dengan 180C. Cek dengan secchi disk, jika menunjukkan angka kurang lebih 25 cm, maka air tidak perlu pemupukan karena air sudah ada pertumbuhan plankton yang memadai.

TAHAP PEMUPUKAN

  1. Obyek yang menjadi tujuan pemupukan adalah air sebagai media hidup plankton bukan tanah.
  2. Jenis pupuk yang dipakai adalah pupuk buatan yang banyak mengandung phospor dan nitrogen (untuk kolam yang baru akan dipakai).
  3. Pupuk organik kurang baik untuk pemupukan karena mempunyai efek samping menghasilkan alga (lumut) yang berlebihan yang akan mengurangi kadar DO dalam air juga menghalangi sinar matahari untuk pertumbuhan plankton.
  4. Pemakain pupuk pada kolam bervariasi tergantung dari pupuk yang kita pakai. Disarankan untuk memakai pupuk jenis powder jika terjadi kelangkaan pupuk bisa memakai pupuk bentuk lain.
  5. Pupuk yang berbentuk bubuk (powder) pemakainnya dengan cara menaburkannya pada seluruh areal permukaan kolam. Karena pupuk tipe ini mampu larut dalam air secara cepat sehingga pupuk tersebut sudah larut sebelum mencapai dasar kolam.
  6. Pupuk yang berbentuk cair. Pemakainnya dengan cara mencampurkan terlebih dahulu dengan air sebelum dimasukkan kedalam kolam. Komposisi antara pupuk cair dengan air adalah 1 : 10.
  7. Pupuk yang berbentuk butiran yang besar. Pemakainnya adalah dengan melarutkan dalam air terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam kolam. Jika pupuk jenis ini langsung dimasukkan ke dalam kolam maka butiran ini tidak akan larut dalam air dan mengendap di dasar kolam sehingga tujuan pemupukan tidak optimal.
  8. Komposisi pupuk yang harus diberikan dalam kolam tanah adalah sebagai berikut :
  9. NO HARI JUMLAH PUPUK YANG DIBERIKAN / HA
    1. 1 20 kg
    2. 8 10 kg
    3. 14* 10 kg ( * jika diperlukan )
    4. 21* 10 kg ( * jika diperlukan )
  10. Setelah seminggu dari pemupukan, dicek pertumbuhan plankton dengan secchi disk jika menunjukkan angka diatas 40 cm maka pemupukan dilanjutkan, jika menunjukkan angka kurang dari 23 cm maka pemupukan dihentikan.
  11. Cek Ph air pada jam 1 siang jika menunjukkan angka 9,5 pemupukan dihentikan.
  12. Cek DO jika dibawah 4 ppm pemupukan dihentikan.
  13. Jika melakukan penambahan pemupukan bukan dengan menambah dosis pemupukan tetapi dengan lebih sering jadwal pemberian pupuknya.
  14. Jika pertumbuhan plankton sudah cukup air ditambah sampai penuh dan biarkan selama seminggu.
  15. Cek kualitas air dan harus sesuai dengan parameter sebelum penebaran bibit.

(sumber gambar : ruly.blogdetik.com, sumber info : http://www.infoagrobisnis.com/2009/05/teknik-pemupukan-kolam-efektif-efisien.html)

Jangan Pernah Kesampingkan Peluang Usaha Agrobisnis Jamur Tiram

Sengaja saya ambil headline artikel ini dengan tema diatas karena banyak sekali entrepreneur muda yang jarang  melirik peluang usaha agribisnis. Saya sendiri tidak tahu apa alasannya.

Entah karena nggak keren atau karena kurang gaul, yang jelas, tidak banyak entrepeneur muda yang terjun di bidang agribisnis.

Padahal menurut saya, “kultur dan budaya bisnis di Indonesia” sangat cocok untuk usaha agrobisnis. Tapi baiklah, saya tidak akan mempermasalahkannya terlalu jauh.

Saya akan langsung menuju topik utama DokterBisnis.Net kali ini, “Jangan Pernah Remehkan Peluang Usaha Agrobisnis Jamur Tiram”. Saya sangat beruntung karena teman saya yang terjun di usaha ini, ibu Yanti, mau menceritakan kepada saya tentang usaha budidaya jamur tiram ini.

Sebenarnya artikel saya ini pernah di muat di www.infoagrobisnis.com, salah satu situs saya selain DokterBisnis.Net. Akan tetapi daripada anda kesusahan untuk mencarinya, maka saya berinisiatif untuk mempostingnya di sini. Ok, langsung aja ke TKP…

Siapa yang tak kenal dengan jamur tiram. Jamur dengan rasa yang enak seperti daging ini banyak digemari oleh masyarakat. Permintaan pasar yang terus meningkat memberikan angin segar bagi para pembudidaya jamur tiram.

Setahu saya usaha budidaya jamur tiram ini nggak begitu susah. Harga jualnya juga relatif stabil. Pertumbuhannya cukup cepat dengan tingkat kegagalan yang minim, terutama akibat serangan hama.

Kalau saya tidak salah, bibit media tanam (baglog) biasa dibeli dengan harga 2 ribu, bisa anda panen hanya dalam waktu 2 sampai 3 bulan saja. Satu baglog mampu menghasilkan kira-kira sekitar 1 kg jamur tiram putih.

Harga jualnya adalah 10 ribu per kg untuk jamur tiram putih segar dan 40 ribu per kg untuk jamur tiram kering. Pembuatan baglog dan kumbung jamur tiram putih tidak terlalu sulit. Hanya saja ada satu hal yang harus anda perhatikan, yaitu usahakan pembuatan kumbung jamur tiram dibuat di daerah dengan kelembaban yang tinggi dan intensitas matahari yang rendah.

Rak sebagai tempat dimana baglog disusun juga hanya menggunakan bilah-bilah bambu. Anda bisa menggunakan atap yang terbuat dari anyaman bambu (gedek) atau genting untuk kumbung jamur. Yang penting tidak terkena hujan dan matahari langsung. Dan juga, hindari pestisida, kata mbak Oktivia.

Untuk dinding kumbung, sebaiknya anda alasi dengan plastik yang berfungsi sebagai penyejuk ruangan kumbung jamur. Untuk baglognya, anda bisa beli di pasaran dengan kisaran harga 2-3 ribu rupiah.

Akan tetapi apabila anda ingin membuat baglog sendiri guna menekan biaya, proses pembuatannya adalah sebagai berikut:

Bahan yang dibutuhkan :

  1. Bibit media tanam.
  2. 50 kg serbuk gergaji.
  3. 10 kg bekatul (dedak halus).
  4. Satu kg kapur.
  5. 14 kg air.
  6. Polybag.
  7. Cincin, terbuat dari bambu yang dipotong.
  8. Plastik, kapas dan karet penutup.

Langkah pembuatan :

  1. Campurkan bahan berupa serbuk gergaji, bekatul, kapur dan air lalu aduk hingga merata.
  2. Masukkan bahan sebanyak 500 gram dalam polybag lalu dikancing dan tutup dengan plastik dan ikat dengan karet sehingga membentuk seperti lubang tutup botol (baglog).
  3. Sterilisasi media dengan cara steam baglog dalam autoclave bertekanan 1,5-2,5 bar atau 200 derajad celcius selama 2 jam.
  4. Dinginkan baglog dalam ruangan selama 6-10 jam.
  5. Masukkan bibit media tanam dalam lubang baglog lalu ratakan kemudian sumbat dengan kapas dan ikat kembali dengan plastik dan karet.
  6. Simpan baglog dalam ruangan pemutihan sehingga terjadi penyebaran bibit miselium dari bagian atas baglog ke bagian bawahnya sehingga baglog yang awalnya bewarna cokelat berubah menjadi putih. (dalam waktu 3 minggu miselium telah menyebar lebih dari 3/4 baglog dan baglog siap dipindahkan ke rak pertumbuhan).
  7. Simpan baglog dalam rak dengan cara terlentang dan ditumpuk hingga 10 tumpukan.
  8. Seminggu kemudian jamur telah ditumbuhi dengan miselium dan jamur siap tumbuh.
  9. Buka ikatan dan kapas pada cincin sehingga batang jamur dapat tumbuh keluar.
  10. Dalam 1-2 minggu berikutnya jamur sudah matang dan siap dipanen.

Kalau pemasarannya usaha budidaya jamur tiram putih ini gimana? Pertanyaan yang bagus. Yang paling sederhana untuk anda lakukan adalah, beriklan. Supaya anda tidak salah pasang iklan, silahkan baca artikel saya tentang cara pasang iklan yang benar.

Dan kalau anda ingin pasang iklan online, silahkan baca yang satu ini. Sedangkan kalau anda ingin promosi, sebaiknya anda baca dulu tujuan promosi bagian 1 dan tujuan promosi bagian 2. Disitu ada contoh-contoh promosi berikut tujuannya.

Tapi yang perlu pertama kali harus anda perhatikan adalah, sebaiknya anda mencari informasi detail peluang usaha budidaya jamur tiram terlebih dahulu. Setelah itu, anda bisa melakukan riset pemasaran untuk mengetahui potensi bisnis jamur tiram putih ini.

Nah, untuk simulasi analisa biaya dan keuntungannya peluang usaha agribisnis jamur tiram putih, bisa anda lihat di bawah ini :

Investasi awal :
Pembuatan kumbung dan rak bambu : Rp 2.000.000,00
Autoclave : Rp 7.500.000,00
Sewa lahan 3 tahun : Rp 6.000.000,00
Perlengkapan Budidaya : Rp. 6.000.000,00

Total investasi awal : Rp 21.500.000,00

Bahan baku :
Bibit : Rp. 700 .000,00
Serbuk gegaji, bekatul, kapur : Rp 800.000,00
Polybag, plastik, karet, kapas : Rp 2.500.000,00
Total biaya bahan baku : Rp 4.000.000,00

Biaya operasional :
Gaji karyawan 6 orang : Rp 4.500.000,00
Honor karyawan borongan 15 orang @Rp. 20.000,00 : Rp. 3.000.000,00
Listrik, air, telepon : Rp. 500.000,00
Transportasi : Rp. 300.000,00
Total biaya operasional : Rp 8.300.000,00

Biaya pemasaran :
Iklan : Rp. 400.000,00
Komisi sales (5% dari omset) : Rp. 1.000.000,00
Total biaya pemasaran : Rp. 1.400.000,00

Omset :
Penjualan jamur tiram segar : Rp. 20.000.000,00

Keuntungan bersih :
Rp. 20.000.000,00 – (Rp. 4.000.000,00 + Rp. 8.300.000,00 + Rp. 1.400.000,00) = Rp. 6.300.000,00

Mantab kan? Kalau anda tertarik terjun di usaha agrobisnis budidaya jamur tiram putih ini, nggak usah malu-malu. Biar saja anda dibilang tangan petani atau tangan kera karena tangan anda besar-besar dan kotor habis panen jamur tiram.

Yang penting anda bisa beli susu buat anak anda, syukur-syukur bisa beli mobil kijang kapsul seri terbaru untuk istri anda, insya Allah…

(sumber gambar : bisnisjamurtiram.blogspot.com, sumber info : http://www.dokterbisnis.net/2010/03/21/jangan-pernah-remehkan-peluang-usaha-agrobisnis-jamur-tiram/)

Tips Bisnis Kilat : Bagaimana Memulai Membuka Usaha Makanan

Kalau anda suka dengan usaha yang “berbau makanan”, ada tips singkat tentang bagaimana membuka peluang bisnis makanan.

Tips ini saya peroleh dari teman dekat saya, mas Yanuar Gajaksahda. Kebetulan mas Yanuar ini adalah seorang pebisnis yang punya hobi kuliner bareng istrinya.

Saya juga hobi kuliner. Bedanya hanya satu, saya lebih suka kuliner gratis alias dibayarin. Berikut ini tips singkat membuka usaha makanan dari mas Yanuar, monggo silahkan dinikmati…

Keberhasilan memulai membuka usaha makanan tidak hanya bergantung pada kemampuan membuat makanan yang lezat. Mengetahui cara bagaimana membuat makanan yang lezat dengan bisa mengelola sebuah bisnis adalah dua hal yang berbeda.

Dua hal tersebut harus anda gabungkan. Jadi selain anda tahu bagaimana cara membuat makanan yang enak, anda juga harus mengetahui bagaimana caranya membangun usaha makanan.

Dimulai dari produk, selalu perbaharui dan perbaiki kualitas masakan anda. Untuk mengetahui kualitas rasa dari masakan yang anda buat, gunakanlah selalu metode riset pemasaran. Caranya cukup mudah, berikan sampel kepada teman atau saudara terdekat anda untuk mengetahui pendapat mereka terhadap produk anda.

Setelah anda mendapatkan segala keinginan mereka, segera perbaiki produk anda sesuai dengan apa yang mereka mau. Anda juga harus bisa untuk selalu memperbarui resep serta memperbaiki penampilan makanan dan cara penyajiannya.

Untuk masalah pemasaran usaha makanan, perlu anda pikirkan juga bagaimana rencana outlet atau distribusi penjualan anda. Apakah anda berencana membuka toko makanan atau anda lebih suka bekerjasama dengan pihan lain. Terserah anda.

Yang penting, pertimbangkanlah baik buruknya sebelum anda memutuskan. Contoh sederhananya adalah jika anda memilih untuk membuka usaha makanan basah, anda bisa melakukan kerjasama dengan toko-toko makanan yang lokasinya strategis.

Jika anda tertarik untuk membuat gerai bisnis makanan sendiri, anda bisa mengambil konsep franchise untuk mengembangkan usaha anda. Anda juga bisa melakukan sistem konsinyasi dengan kantin-kantin sekolah misalnya. Lobilah kantin tersebut agar anda dapat mensuplai produk usaha makanan anda setiap hari.

Khusus untuk hal ini, anda harus memperhatikan sistem pengantarannya, karena hal ini berkaitan dengan ketepatan waktu serta biaya transportasi yang ujung-ujungnya mempengaruhi keuntungan anda.

Pikirkan juga teknologi yang anda gunakan dalam memulai membuka usaha makanan anda. Pertimbangkanlah, apakah pembuatan produk anda memerlukan ruangan khusus untuk mempersiapkannya, atau anda perlu membeli peralatan tertentu untuk menyimpan bahan baku.

Namun yang perlu anda pahami adalah pada saat awal memulai membuka usaha makanan, usahakan anda meminimalisasi pengeluaran untuk investasi teknologi produksi yang terlalu tinggi. Entah dengan menyewa mesinnya atau mencari mesin yang jauh lebih sederhana. Tujuannya agar beban kebutuhan modal awal usaha makanan anda tidak terlalu berat.

Setelah usaha bisnis makanan anda berjalan lancar dan punya keuntungan lebih, anda dapat membeli peralatan produksi tersebut. Tapi ingat, hal itu anda lakukan jika memungkinan. Jika tidak, jangan pernah mengorbankan kualitas produk bisnis makanan anda demi pengiritan modal investasi awal.

Selain beberapa hal diatas, anda juga harus memikirkan bahwa produk anda aman untuk dikonsumsi. Bisa jadi anda harus menguji makanan anda terlebih dahulu kepada pihak yang berkompeten untuk memastikan keamanan produk anda agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Satu lagi yang harus anda perhatikan, kemasan yang menjual. Selain bisa memberikan nilai lebih bagi produk anda, kemasan yang menjual juga dapat meningkatkan image produk anda yang akhirnya bisa mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kemasan makanan bisa berasal dari plastik maupun kertas, yang penting aman untuk digunakan.

Terakhir, dalam memulai bisnis apapun termasuk memulai membuka usaha makanan, anda harus mengalahkan rasa takut gagal pada diri anda. Pikiran-pikiran seperti apakah produknya nanti laku atau tidak, bagaimana jika nanti ada yang mengeluh atau bagaimana jika anda rugi harus anda tepis jauh-jauh.

Caranya adalah dengan berpikiran positif, segera bertindak dan terus-menerus berusaha. Anda harus mempersiapkan mental usaha anda dan memahami bahwa usaha yang berhasil hanya dapat dicapai melalui proses yang penuh hambatan, insya Allah…

(sumber gambar : smsmile.wordpress.com, sumber info : http://www.dokterbisnis.net/2010/03/31/tips-bisnis-kilat-bagaimana-memulai-membuka-usaha-makanan/)

Menikmati Peluang Usaha Bubur Buah

KOMPAS.com — Bubur atau puree memberikan banyak manfaat bagi para pengusaha buah. Dalam bentuk puree, selain tahan lama, buah juga mudah disimpan. Kepraktisan inilah yang membuat permintaan puree di dalam dan luar negeri cukup besar. Bahkan, pasokan yang ada belum mencukupi.

Kita tidak bisa menyimpan buah segar dalam waktu yang terlalu lama. Karena itu, saat panen melimpah, penyimpanan buah menjadi masalah. Banyak buah yang terbuang sia-sia karena membusuk.

Salah satu solusi masalah ini adalah dengan membuat bubur atau puree dari buah. Maklum, dalam bentuk puree, buah dapat disimpan dengan lebih mudah dan lebih tahan lama.

Sholeh BH Kurdi, pemilik CV Promindo Utama, sudah memproduksi puree buah sejak tahun 2004. Promindo Utama adalah salah satu binaan pengusaha Departemen Pertanian. Promindo juga menjadi proyek percontohan (pilot project) produsen puree di Jawa Barat.

Awalnya, Sholeh hanya ingin menampung sisa panen mangga yang berlimpah di Cirebon sebab buah ini tak dapat bertahan lama dan hanya berbuah pada musimnya.

Nah, dalam bentuk puree, produsen mangga bisa menyimpannya sampai tujuh bulan. “Bisa bertahan hingga musim panen mangga selanjutnya,” kata Sholeh.

Untuk membuat puree itu, Sholeh melumatkan buah dan menyaringnya hingga menjadi berbentuk seperti bubur. Ia lalu memproses bubur dengan mesin pasteurisasi sebelum mengemas dan menyimpannya. Dia biasa mengemas puree dalam kemasan botol ataupun jeriken.

Sholeh tak hanya membuat puree dari Mangga. Dia juga memproduksi puree jambu biji, sirsak, stroberi, lemon, dan nanas.

Dia menjual hampir semua produknya dengan harga Rp 15.000 per liter. Cuma harga puree mangga gedong gincu dan stroberi yang berbeda, yakni Rp 20.000 per liter dan Rp 18.000 seliter.

Promindo membuat puree berdasarkan pesanan yang masuk. Tiap bulan, Sholeh menjual tiga sampai lima ton puree. Artinya, Sholeh kira-kira meraup omzet minimal Rp 45 juta per bulan.

Dia mendistribusikan puree ke pabrik jus buah di Jakarta dan Bandung. Konsumen puree lainnya adalah pembeli langsung.

Bubur buah ini memiliki banyak kegunaan, misalnya untuk membuat selai, campuran yoghurt, ataupun topping untuk puding. Bisa juga untuk membuat jus buah untuk konsumsi sendiri ataupun dijual di gerai eceran. Kita tinggal menambahkan gula dan air.

Adapun Sutomo, pemilik PT Semesta Alam Petro, hanya khusus membuat puree buah markisa. Cara pembuatannya sedikit berbeda.

Sutomo mengambil daging markisa dan memisahkan bijinya. Lalu, dia membekukan air sari buah markisa. “Selanjutnya, terserah mau membuat sirup atau jadi bahan kue,” kata Sutomo.

Sutomo melihat bisnis puree markisa memiliki pasar yang potensial. Saat ini dia tengah melayani pengiriman puree markisa untuk pasar Australia. Setiap tiga bulan sekali dia mengirim 15 ton puree markisa ke Australia.

Untuk pasar ekspor, Sutomo menjual puree markisa itu seharga 1,9 dollar AS per kilogram. Alhasil, Sutomo meraup omzet Rp 90 juta-Rp 100 juta saban bulan dengan margin keuntungan 30 persen.

Untuk melayani kebutuhan pasar lokal, Sutomo memproduksi puree markisa dalam bentuk sirop. Sirop tersebut terbuat dari sari markisa murni yang dipanaskan dan ditambah gula sebagai pengawet.

Dia menjual sirop markisa ini di Jakarta dan Surabaya dengan harga grosir Rp 10.000 per botol ukuran 500 mililiter. Karena produk baru, Sutomo mengumpulkan omzet Rp 20 juta per bulan. “Marginnya sangat kecil, hanya sekitar 5 persen,” kata Sutomo.

Sutomo melihat prospek bisnis puree markisa sangat cerah, khususnya untuk pasar mancanegara. Pasokannya ke Australia itu hanya separuh dari permintaan pasar di sana. Adapun kebutuhan puree markisa di Eropa mencapai 120.000 ton setahun. Kebutuhan tersebut merupakan 30 persen total dari kebutuhan dunia. Minat? (Kontan)